Hubungi Kami
halo@naffaah.com
Penulis & Penerjemah: Ustadz Idzki Arrusman حفظه الله

Majmu‘ Fatawa Ibnu Baz, jilid 1, halaman 53
Pertanyaan:
Sebagian orang bershalawat kepada Nabi ﷺ dengan lafaz seperti ini:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوبِ وَدَوَاءِ الْعَافِيَةِ
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi kami Muhammad, penyembuh hati dan obat bagi kesehatan.”
apakah ini disyariatkan?
Jawaban:
Tidak, hal tersebut tidak disyariatkan. Kalimat seperti itu mengandung makna yang samar dan bisa menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat. Shalawat yang paling utama dan dianjurkan adalah shalawat Ibrahimiyah, yaitu:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ،
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
Shalawat inilah shalawat yang dikenal dan tsabit (telah diriwayatkan secara sahih) dari Nabi ﷺ, serta memiliki beberapa bentuk. Maka siapa saja yang bershalawat dengan salah satu bentuk yang sahih dari beliau ﷺ, berarti ia telah melakukan amalan yang disyariatkan, selama bentuk itu bersumber dari riwayat yang tsabit darinya1 ﷺ.
كيفية الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم – موقع الشيخ ابن باز