Hubungi Kami
halo@naffaah.com

Penulis & Penerjemah: Ustadz Idzki Arrusman حفظه الله
Pertanyaan:
“Benarkah yang tersebar bahwa pengikut Imam Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, rahimahullah, ketika menaklukkan Jazirah Arab dan sampai ke Madinah, menambatkan kuda-kuda mereka di Raudhah Syarifah yang terletak di Masjid Nabi ﷺ?”
Jawaban:
Ucapan ini tidak memiliki dasar kebenaran sama sekali; bahkan ia termasuk bentuk kedustaan dan upaya menghalangi manusia dari kebenaran. Yang dikenal secara pasti tentang mereka ketika memasuki Madinah al-Munawwarah adalah: menyebarkan dakwah salafiyah, menjelaskan hakikat tauhid yang Allah utus Nabi Muhammad ﷺ dan seluruh para rasul dengannya, serta mengingkari apa yang dahulu dilakukan banyak orang berupa syirik akbar, seperti meminta pertolongan kepada Rasul ﷺ, memohon bantuan kepadanya, meminta pertolongan kepada para sahabat dan Ahlul Bait yang dimakamkan di Baqi’, serta kepada orang-orang saleh lainnya. Termasuk pula meminta pertolongan kepada paman Nabi ﷺ, Hamzah radhiyallahu ‘anhu, dan para syuhada Uhud.
Inilah yang dikenal dari mereka, di samping mengajarkan kepada manusia hakikat Islam dan mengingkari berbagai bid’ah serta khurafat yang saat itu tersebar di Hijaz dan wilayah lainnya. Siapa pun yang menuduh mereka meremehkan makam Nabi ﷺ, atau meremehkan Raudhah, atau mengatakan bahwa mereka merendahkan Nabi ﷺ, para sahabat radhiyallahu ‘anhum, atau orang-orang saleh lainnya, maka sungguh ia telah berdusta, berbuat fitnah, dan mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan kenyataan dan kebenaran.
Buku-buku sejarah yang ada menjadi saksi atas apa yang kami sebutkan, dan menjelaskan kedustaan para pemfitnah. Semoga Allah menganugerahkan kepada saya dan kalian pemahaman dalam agama-Nya serta keteguhan di atasnya hingga kita bertemu dengan-Nya. Semoga Allah menjauhkan kita dari jalan-jalan kesesatan; Dialah Pemilik dan Penguasa segala urusan.
Kita memohon kepada Allah agar mengampuni mereka dan seluruh ulama kaum muslimin serta para dai penyeru hidayah, dan menjadikan kita termasuk pengikut mereka dengan baik. Semoga Allah memperlihatkan kepada kita kebenaran sebagai kebenaran dan memberi kita kemampuan untuk mengikutinya, serta memperlihatkan kebatilan sebagai kebatilan dan memberi kita kemampuan untuk menjauhinya. Dialah Pemilik dan Penguasa segala urusan. Wallāhul-muwaffiq1