Hubungi Kami
halo@naffaah.com

Penerjemah: Ustadz Idzki Arrusman حفظه الله
Pertanyaan:
Apakah orang-orang Wahabi menolak syafaat Rasulullah ﷺ?
Jawaban:
Tidaklah tersembunyi bagi setiap orang yang berakal untuk mempelajari sirah Imam Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya bahwa mereka bebas dari ucapan bahwa mereka menolak syafaat; karena Imam, rahimahullah, telah menegaskan dalam karya-karyanya, terutama dalam Kitab at-Tauhid dan Kasyf al-Shubuhat, tentang syafaat Rasul ﷺ bagi umatnya pada hari kiamat. Dari sini jelas diketahui bahwa Syaikh, rahimahullah, dan pengikutnya tidak menolak syafaat beliau ﷺ maupun syafaat para nabi, malaikat, dan orang-orang mukmin lainnya, melainkan mereka menegaskannya sebagaimana yang ditegaskan Allah dan Rasul-Nya, dan para salaf shalih juga telah beramal demikian berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah.
Dengan ini jelas bagi kalian bahwa apa yang dikutip mengenai Syaikh dan pengikutnya yang menolak syafaat Nabi ﷺ adalah sesuatu yang batil dan menyesatkan, serta termasuk berdusta terhadap para da’i kepada Allah. Sesungguhnya, yang ditolak oleh Syaikh rahimahullah dan pengikutnya hanyalah meminta syafaat dari orang mati dan semisalnya, tetapi syafaat itu hanya terjadi dengan izin Allah untuk orang yang diberi izin dan yang diridhoi-Nya, sebagaimana firman-Nya:
مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ
“Siapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya.” [Al-Baqarah: 255]
Dan Allah berfirman:
وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَى
“Dan berapa banyak malaikat di langit yang syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikit pun, kecuali setelah Allah memberi izin kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridhai.” [An-Najm: 26]
Dan Allah berfirman mengenai para malaikat:
وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَى وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ
“Dan mereka tidak memberi syafaat kecuali untuk orang yang diridhai-Nya, dan mereka takut kepada-Nya.” [Al-Anbiya: 28]
Dan Allah tidak meridhai kecuali yang bertauhid, sedangkan orang-orang musyrik tidak memperoleh bagian dalam syafaat, sebagaimana firman-Nya:
فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ
“Maka syafaat para pemberi syafaat tidak memberi manfaat bagi mereka.” [Al-Muddatsir: 48]
Dan Allah berfirman:
مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ
“Bagi orang-orang zalim tidak ada teman karib dan tidak ada syafaat yang ditaati.” [Ghafir: 18]
Maka kita memohon kepada Allah agar memberi kita dan kalian taufik untuk apa yang diridhai-Nya, serta keselamatan dan perlindungan dari segala sesuatu yang membuat-Nya murka.
Dan Allah adalah Maha Pemberi Taufik.1