Hubungi Kami
halo@naffaah.com

Jawaban atas pertanyaan dari seseorang yang mengaku memiliki karamah dan mukjizat
Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz kepada saudara yang mulia, semoga Allah menjaganya. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Amma ba’du:
Menanggapi surat Anda tertanggal 25/9/1973 M tentang keinginan Anda untuk datang ke Madinah Al-Munawwarah. Dalam surat tersebut Anda menyebutkan sebuah doa yang Anda klaim sebagai doa atsar yang penuh berkah, yang seluruhnya berisi harapan kepada Allah ﷻ untuk mendapatkan karamah dan mukjizat yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Anda juga menyebutkan bahwa jika doa itu dibacakan pada api maka api itu akan padam, dan jika dibacakan pada air yang mengalir maka air itu akan berhenti.
Saya sampaikan kepada Anda: doa tersebut tidak memiliki dasar, tidak ada asal-usulnya sebagaimana yang kami ketahui, dan di dalamnya terdapat bentuk tawassul yang tidak disyariatkan. Adapun tawassul yang benar adalah bertawassul kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang indah, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا
“Hanya milik Allah nama-nama yang indah, maka berdoalah kepada-Nya dengan nama-nama itu.” (Al-A’raf: 180)
Juga bertawassul dengan amalan-amalan shaleh, dan yang paling agung adalah tauhid. Doa yang paling bermanfaat adalah doa-doa nabawi, yaitu doa-doa yang dibaca oleh Rasulullah ﷺ, bukan doa-doa yang diada-adakan manusia seperti doa yang Anda sebutkan. Maka wajib bagi Anda untuk bersungguh-sungguh mempelajari agama Allah, bertanya kepada para ulama yang berilmu dan berpandangan jernih tentang hal-hal yang sulit, serta berhati-hati dari segala sesuatu yang menyelisihi petunjuk Nabi ﷺ.
Adapun keinginan Anda untuk datang ke Madinah sementara kondisi keuangan Anda lemah, maka hendaknya Anda tetap bertakwa kepada Allah di mana pun Anda berada. Allah tidak mewajibkan haji ke Baitullah kecuali bagi mereka yang mampu, sebagaimana firman-Nya:
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
“Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah, yaitu bagi yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.” (Ali Imran: 97)
Karena itu Anda dimaafkan. Jika Allah melapangkan rezeki Anda, maka Anda dapat menuju tanah suci. Jika tidak, maka Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.1