Hubungi Kami
halo@naffaah.com

Alih Bahasa: Ustadz Idzki Arrusman حفظه الله
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه.
Amma ba‘du: Aku telah melihat sebuah selebaran yang disebarkan oleh banyak orang—baik karena ketidaktahuan maupun karena niat buruk. Penyusunnya memulai selebaran itu dengan firman Allah Ta‘ala:
بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ
“Maka hanya kepada Allah saja hendaknya kamu menyembah dan hendaklah kamu termasuk orang‑orang yang bersyukur.” (Az‑Zumar: 66).
Ia kemudian menyebutkan ayat‑ayat lain, lalu berkata: “Perhatikanlah untuk mengirimkan ayat‑ayat ini agar menjadi sebab datangnya kebaikan, keberuntungan, harta, dan kesuksesan.”
Setelah itu ia menyebutkan bahwa selebaran tersebut telah disebarkan ke seluruh dunia, dan bahwa siapa yang menjaganya akan mendapatkan keuntungan besar, sedangkan siapa yang mengabaikannya akan tertimpa berbagai musibah. Ia juga mengklaim bahwa selebaran itu dapat menolak bahaya serta mendatangkan kesembuhan dan kebaikan setelah empat hari.
Karena selebaran ini sama sekali tidak memiliki dasar kebenaran, bahkan merupakan kebohongan, rekayasa, ucapan tanpa ilmu, serta keyakinan bahwa selebaran itu dapat mendatangkan kebaikan dan menolak keburukan—bahwa siapa yang menjaganya akan untung dan siapa yang meninggalkannya akan tertimpa musibah—maka ini adalah keyakinan batil yang merusak akidah. Ia mengajak hati untuk bergantung kepada selebaran tersebut dan berpaling dari Allah ‘Azza wa Jalla. Oleh sebab itu, aku memandang perlu untuk memperingatkan kaum muslimin darinya, menganjurkan mereka untuk memusnahkannya di mana pun ditemukan, serta mengingatkan saudara‑saudara mereka tentang kebatilannya. Meyakini isi selebaran itu bertentangan dengan syariat Allah dan merusak akidah, karena merupakan keyakinan rusak yang tidak memiliki dasar kebenaran. Bahkan ia termasuk bentuk kedustaan atas nama Allah dan klaim palsu. Selebaran ini sejenis dengan wasiat yang dinisbatkan kepada “khadim Hujrah Nabi ﷺ”1, yang sebelumnya telah kami jelaskan kebatilannya dan bahwa ia adalah dusta tanpa dasar, sebagaimana klaim penyusunnya juga tidak benar. Kedua selebaran ini termasuk kebatilan yang paling batil.
Maka wajib bagi setiap muslim untuk mewaspadai keduanya dan memperingatkan orang lain darinya, mengamalkan firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong‑menolonglah kalian dalam kebajikan dan ketakwaan, dan jangan tolong‑menolong dalam dosa dan permusuhan.” (Al‑Mā’idah: 2).
Serta firman‑Nya:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
“Dan orang‑orang mukmin laki‑laki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain; mereka menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar” (At‑Taubah: 71).
Tidak diragukan lagi bahwa kedua selebaran ini termasuk kemungkaran yang wajib dicegah. Para pemegang otoritas juga wajib mencari para penyebarnya dan memberikan hukuman yang dapat membuat mereka dan yang semisal mereka jera.
Kita memohon kepada Allah agar memberikan taufik kepada kita dan kaum muslimin untuk memahami agama, berpegang teguh dengannya, serta mengingkari segala sesuatu yang menyelisihinya. Kita juga memohon agar Dia melindungi kita semua dari fitnah yang menyesatkan dan godaan setan. Selain itu, kita memohon kepada‑Nya agar menundukkan musuh‑musuh Islam di mana pun mereka berada dan menggagalkan tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat.
Semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.2